OPINIABDI.ID – 7 Penyerang terbaik Timnas Indonesia sepanjang masa akan dibahas dalam artikel ini oleh opiniabdi.id.

Tim nasional Indonesia selalu menghadirkan cerita-cerita menarik disetiap era-nya. Banyak momen-momen bersejarah yang sayang untuk dilupakan oleh setiap penikmat sepakbola ditanah air. Salah satunya adalah kejayaan para penyerang timnas Indonesia yang selalu tampil ganas membobol gawang lawan dalam setiap pertandingan.



Seperti diketahui, semenjak ditangani oleh Shin Tae-yong permainan skuad Garuda kian berkembang dengan banyak memberikan kesempatan kepada para pemain muda.

Hal ini bertujuan untuk memberikan menit bermain yang cukup kepada para penggawa muda sehingga dapat mengasah mental, fisik dan stamina para pemain yang nantinya akan menjadi andalan bagi timnas kedepannya.

Meskipun para pemain selalu menunjukan performa yang impresif, namun masih terdapat satu kekurangan yang masih menjadi problem bagi coach Shin Tae-yong yakni lini depan yang masih buntu dan kesulitan unuk mencetak gol lewat para penyerang timnas Indonesia.

Berkaca pada beberapa dekade terakhir, Timnas Indonesia sebenarnya memiliki list penyerang-penyerang handal yang seharusnya dapat menjadi acuan bagi para penyerang lokal untuk bisa mengukirkan sejarah yang sama seperti para pendahulunya.

Beberapa penyerang berlabel Timnas yang melegenda dan selalu tampil apik tersebut bahkan berhasil mengharumkan nama Indonesia di level Asia Tenggara dan Asia.



Lalu, siapa saja para legenda Timnas Indonesia yang dinobatkan sebagai penyerang terbaik Timnas Indonesia sepanjang masa tersebut? berikut adalah 7 penyerang terbaik timnas Indonesia versi opiniabdi.id.

1. Widodo Cahyono Putro

Tentunya pecinta sepakbola Indonesia ketika mendengar nama Widodo Cahyono Putro akan teringat tentang kiprahnya di Piala Asia 1996 dengan gol salto-nya ke gawang Kuwait yang dinobatkan sebagai gol terbaik Piala Asia edisi kesebelas tersebut.

Pria kelahiran Cilacap, 8 November 1970 tersebut mengawali karirnya bersama klub Warna Agung pada 1990-1994. Beberapa klub besar yang pernah dibelanya antara lain Petrokimia Putra Gresik dan Persija Jakarta.

Karirnya dilevel timnas juga sangat impresif dimana ia juga berjasa membawa skuat Garuda menyabet medali emas SEA Games 1991 di Filippina.

Selama berseragam timnas Merah Putih 1991-1999, Widodo Cahyono Putro mencatatkan 55 penampilan dengan torehan 14 gol.

2. Budi Sudarsosno

Budi Sudarsono merupakan salah satu striker tajam andalan Timnas Indonesia di era awal 2000-an dan layak masuk daftar 7 penyerang terbaik Timnas Indonesia sepanjang masa. Posturnya yang tinggi jankjung membuatnya ditakuti oleh lini pertahanan lawan saat duel satu lawan satu.



Ketajamannya dalam membidik gawang meski dalam sudut sempit sekalipun kerap menghasilkan gol bagi Timnas Indonesia. Alhasil, dirinyapun diberi julukan “Si Ular Phyton” karena karakter permainannya yang lihai dan mampu memanfaatkan peluang sekecil apapun.

Pada edisi Piala Tiger 2002 tepatnya pada 21 Desember 2002, Budi Sudarsono berhasil mencetak gol pertamanya ketika Timnas Indonesia menghadapi Vietnam dengan skor akhir imbang 2-2.

Ketika gelaran Piala Asia 2007, Budi Sudarsono berhasil tampil apik bersama para penggawa Timnas Indonesia dengan berhasil mengalahkan Bahrain dengan skor tipis 2-1. Dua gol Timnas dicetak oleh Bambang Pamungkas dan Budi Sudarsono.

Selama bermain bersama Timnas Indonesia Budi Sudarsono berhasil mencetak 16 gol dan mencatatkan 46 penampilan.

3. Kurniawan Dwi Yulianto

Kurniawan Dwi Yulianto merupakan salah satu penyerang tersubur terbaik Timnas Indonesia yang di era 90-an hingga awal 2000-an. Catatan apik yang berhasil ia torehkan adalah berhasil mencetak 31 gol dan mencatatkan 60 penampilan bersama skuad Merah Putih.

Striker kelahiran 13 Juli 1976 ini menjadi salah satu pemain yang dibilang cukup impresif. Namanya mulai dikenal ketika mengikuti program mercusuar PSSI pelatnas jangka panjang di Italia periode 1993-1994.

Karena penampilannya yang luar biasa bersama Timnas Primavera, Kurniawan Dwi Yulianto pernah memperkuat beberapa klub besar Eropa, diantaranya adalah FC Luzen dan Sampdoria.

Meskipun sempat terpuruk karena terjerat kasus narkoba diawal tahun 2000-an, namun pelatih timnas Peter Withe yang menukangi skuad Merah Putih pada gelaran Piala AFF 2004 berhasil membawa Kurniawan Dwi Yulianto untuk come back dari keterpurukannya.




4. Rochy Putiray

Advertisements

Dalam deretan legenda sepakbola Indonesia khususnya lini serang, nama Rochy Putiray tidak boleh terlewatkan. Pemain kelahiran Maluku, 26 Juni 1970 ini merupakan salah satu bintag sepakbola Indonesia pada era 90-an.

Rochy Putiray mengawali karir profesionalnya bersama klub Arseto Solo pada 1987 hingga akhirnya melanglang buana ke berbagai klub mancanegara.

Beberapa klub luar negeri yang sempat dibela oleh putra Maluku tersebut diantaranya adalah Dukla Praha klub asal Ceko pada 1990, Instant-Dict FC asal Hong Kong (2000-2001), Kitchee SC asal Hong Kong (2003-2004), dan klub Happy Valley serta South China AA.

Salah satu momen yang akan selalu dikenang oleh publik sepakbola Hong Kong tentang pemain nyentrik Rochy Putiray adalah saat Kitchee SC berhasil mengalahkan klub raksasa Serie A, AC Milan dengan skor 2-1 dalam laga persahabatan pada Mei 2004.

Tampil sebagai pemain pengganti Rochy Putiray berhasil menjadi pahlawan dengan mencetak dua gol yang sekaligus mengunci kemenangan Kitchee SC atas AC Milan yang diisi oleh para pemain bintang kala itu yang salah satunya adalah Andriy Shevcenko.

Bersama Timnas Indonesia, Rochy Putiray juga merupakan salah satu pemain yang ikut mempersembahkan medali emas SEA Games 1991. Sepanjang karirnya memperkuat timnas Merah Putih, Rochy Putiray berhasil membukukan 17 gol dengan catatan 41 kali penampilan. Berkat kesuksesan yang ia torehan, Rochy layak untuk masuk dalam daftar 7 penyerang terbaik Timnas Indonesia sepanjang masa.

5. Bambang Pamungkas

Selain Rochy Putiray, salah satu penyerang terbaik Timnas Indonesia yang sukses berkarir diluar negeri adalah Bambang Pamungkas. Ia tercatat pernah membela klub asal Malaysia, Selangor FA pada tahun 2005. Tampil apik bersama Selangor, Bambang Pamungkas berhasil mempersembahkan treble gelar pada musim perdananya.

Pemain yang identik dengan nomor punggung 20 tersebut juga merupakan salah satu legeda timnas Indonesia dan masih memegang rekor sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang masa di Timnas Indonesia.




Mengawali karir profesional ketika berusia 20 tahun bersama Persija pada musim 1999/2000, Bepe berhasil menjaringkan 24 gol. Berkat penampilannya yang apik tersebut, Bambang Pamungkas direkrut oleh EHC Norad, klub Divisi III Liga Belanda pada tahun 2000.

Bersama Timnas Indonesia, Bepe berhasil mengukirkan beberapa prestasi gemilang, diantaranya adalah sebagai top skor Piala Tiger 2002 dengan mencetak 8 gol dari 6 penempilan dan membawa Indonesia menjadi runner-up. Selain itu Bepe juga tampil gemilang pada edisi Piala Asia 2007, salah satu momen bersejarah yakni kala Timnas Indonesia berhasil mengalahkan Bahrain 2-1 dimana salah satu gol dicetak oleh Bambang Pamungkas.

Bepe saat ini tercatat sebagai pemegag rekor penampilan (caps) terbanyak di Timnad Indonesia dengan catatan 77 penampilan dan Top Skorer Timnas Indonesia dengan 36 gol sesuai pertandingan kategori A FIFA.

6. Boaz Solossa

Putra asli Papua, Boaz Theofilus Erwin Solossa atau lebih dikenal dengan Boaz Solossa adalah salah satu penyerang haus gol yang dimiliki oleh Timas Indonesia.

Performa apiknya bersama tim PON Papua saat gelaran PON Indonesia ke-16 di Sumatera Selatan tahun 2004, berhasil membuat pelatih Timnas kala itu Peter Withe kepincut dan lansung memboyongnya bergabung ke Timnas Indonesia untuk mengikuti Piala Tiger 2004 saat ia masih berumur 18 tahun.

Kontrak profesional pertama didapat oleh Boaz Solossa pada tahun 2005, dimana Boaz bergabung bersama klub kebanggan masyarakat Papua, Persipura Jayapura.

Kala berseragam tim Mutiara Hitam, Boaz tercatat nerhasil menyabet berbagai gelar bergegsi baik untuk klub maupun pribadi. Beberapa gelar tersebut diantaranya adalah membawa Persipura juara Liga Djarum 2005, Indonesia Super League 2008/2009, 2010/2011, serta 2013, dan Torabika Soccer Championship (TSC) 2016. Menariknya pada 3 gelaran ISL yang dijuarai oleh Persipura, Boaz selalu keluar sebagai Top Scorer sekaligus Pemain Terbaik.

Selama memperkuat Timnas Merah Putih, Boaz Solossa mencatatkan 21 gol dan membubukan 47 kali pertandingan. Saat ini Boaz Solossa masih aktif bermain dan membela klub PSS Sleman untuk kompetisi Liga 1 2022/2023.



7. Cristian Gonzales

Nama Cristian Gonzales tentu saja sudah tidak asing lagi khusunya bagi para pecinta sepakbola tanah air. Pemain dengan nama lengkap Cristian Gerard Alfaro Gonzales merupakan pesepakbola kelahiran Uruguay, 30 Agustus 1976.

Sebelum hijrah ke Indonesia, Gonzales sempat berkarir di beberapa klub luar negeri seperti Pebarol Uruguay, Huracan de Carientes Argentina, Sud America, dan Deportivo Maldonado.

Pada tahun 2003, El Loco (julukan Cristain Gonzales), berlabuh ke Liga Indonesia untuk pertama kalinya dengan memperkuad skuad PSM Makassar.

Karirnya bersama sederet klub kenamaan tanah air terbilang cukup cemerlang. Gonzales tercatat pernah memperkuat Persik Kediri, Persib Badung, Putra Samarinda (sekarang Borneo FC), Arema, Madura United, PSS Sleman dan PSIM Yogyakarta.

Baca Juga: Sinyo Aliandoe, Pelatih Legendaris Asal NTT “Larantuka” Yang Nyaris Loloskan Indonesia ke Piala Dunia Mexico 1986

Keputusan untuk membela Skuad Merah Putih sebagai pemain naturalisasi akhirnya sah diremikan pada 3 November 2010 sekaligus tercatat sebagai pemain naturalisasi pertama untuk Timnas Indonesia. Keputusan tersebut akhirnya berbuah manis kala ia memperkuat Timnas Indonesia di ajang Piala AFF 2010 dengan berhasil tampil apik dan membawa Indonesia ke partai final meski akhirnya ditakhlukan oleh Malaysia.

Statistik Cristian Gonzales saat membela Timnas Indonesia pada medio 2010-2014 yakni mencatatkan 13 gol dari 32 laga. Dengan torehan tersebut, tentunya Cristain Gonzales pantas untuk masuk dalam daftar penyerang terbaik Timnas Indonesia sepanjang masa.

Dari deretan daftar 7 penyerang terbaik Timnas Indonesia sepanjang masa diatas, tersisa Boaz Solossa dan Cristian Gonzales yang masih aktif bermain. Semoga para generasi penerus bisa mencontoh para pendahulunya agar nantinya bisa membawa Timnas Indonesia untuk bisa ikut bersaing di level Asia pada gelaran Piala Asia 2023, dan berbagai ajang bergegsi sepakbola lainnya di level Asia dan dunia.



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *