OPINIABDI.ID – Menilik momentum kebangkitan sepakbola NTT di ajang Liga 3 ETMC 2022 akan dibahas dalam artikel ini oleh opiniabdi.id.



Berbicara soal sepakbola memang tidak bisa dipisahkan dari kultur masyarakat pecinta olahraga di Indonesia. Cabang olahraga sepakbola bahkan menjadi primadona di negeri ini yang berhasil menjadikan Indonesia sebagai negara dengan salah satu basis suporter terbesar dan terfanatik didunia.

Di tengah geliat klub-klub papan atas yang mulai berbenah menuju pengembangan sepakbola bertaraf moderen, klub-klub amatir di berbagai daerah juga mulai menatap dan merintis nasib untuk bisa ikut meramaikan persaingan menuju tingkat nasional.

Salah satu yang tak kalah tinggi euforia-nya adalah ajang Liga 3 zona NTT yakni El Tari Memorial Cup (ETMC) 2022 yang akan diselenggarakan pada bulan September ini.

Dalam beberapa bulan bahkan beberapa minggu terakhir, berbagai klub baik dari naungan Askab/Askot maupun milik swasta, belomba-lomba menjaring para calon pemain yang akan menjadi kerangka tim dalam menatap ajang ETMC 2022 mendatang.



Nantinya di ajang ETMC ini, satu tiket menuju ke Liga 3 Nasional akan diberikan kepada Tim yang akan berhasil keluar sebagai juara.

Ini menjadi sangat penting untuk dimanfaatkan sebagai momentum kebangkitan sepakbola NTT, melanjutkan kemeriahan Soeratin Cup U-17 yang masih kita rasakan hingga saat ini.

Dari gelaran Piala Soeratin U-17 NTT 2022 yang lalu, berhasil dimanfaatkan untuk para generasi muda masa depan sepakbola NTT yang kini dipersiapkan untuk membawa nama NTT di ajang Popnas.

Tim-tim yang akan berlaga nanti di Lembata, diharapkan bisa memberikan tontonan yang menarik tentang bagaimana seharusnya bertanding dengan mental kesatria sebagai contoh bagi generasi masa depan sepakbola NTT.

Tentu ini tidaklah lepas dari peran panitia penyelenggara, Asprov, Askab, Pemprov, Pemda hingga masyarakat sebagai penikmat olahraga yang dijuluki ‘si kukit bundar’ ini.

Kesuksesan penyelenggaraan ETMC tahun ini akan memberikan contoh sebagai pion bagi daerah-daerah lainnya yang akan mendapatkan giliran sebagai penyelenggara di tahun-tahun yang akan datang.

Bagaimanapun euforia Piala Soeratin lalu bisa berlanjut di ajang ETMC agar momentumnya tidak putus lalu hilang seolah tak pernah terjadi apa-apa.

Dari momentum ini ada juga beberapa upaya lain yang harus mulai di tumbuhkan hype-nya baik itu dari pihak penyelenggara even, klub-klub peserta sebagai anggota PSSI yang ada di NTT maupun dari masyarakat pecinta sepakbola NTT.

Kira-kira apa saja yang harus dilakukan?

Pihak penyelenggara turnamen Liga 3 ETMC 2022




Advertisements

Seperti kita ketahui bahwa dalam membuat sebuah even tentu saja pihak penyelenggara sebagai tuan rumah memiliki peran yang vital dalam menentukan berhasil atau tidaknya turnamen yang diselenggarakan.

Bukan hanya soal mempersiapkan sarana dan prasarana sebagai salah satu kriteria umum, namun bagaimana panitia membangun hasrat para penikmat sepakbola untuk mau ikut memberikan dukungan kepada tim-tim yang akan bertanding nantinya.

Ibarat seorang produser film, salah satu langkah penting yang membuat film yang digarapnya laku atau tidak adalah lewat promosi yang dilakukan. Berbagai pilihan cara membuat promosi juga harus dikemas lewat cara-cara yang unik dan meriah, sehingga dapat membangun hasrat penonton untuk datang ke teater nantinya. 

Pihak Klub Peserta anggota PSSI Liga 3 ETMC 2022

Dalam membangun sebuah tim yang sehat bahkan untuk bisa dikatakan profesional tentu dibutuhkan manajemen tim yang baik pula.



Di NTT sendiri, tercatat kebanyakan klub-klub masih berada dalam naungan pemerintah Kabupaten/Kota. Meski begitu, beberpa klub swasta juga dalam beberapa tahun terakhir sudah mulai menunjukan kiprah di ajang ETMC seperti Putra Oesao dan Bintang Timur FC.

Bagi para pengurus askab/askot maupun swasta yang menaungi klub-klub sepakbola anggota PSSI di NTT, kita harapkan mampu membangun tim yang mungkin masih kita kategorikan amatir agar bisa beranjak ke arah yang lebih baik menuju profesional.

Beberapa langkah yang harus diambil adalah dengan mencari sponsor Tim sehingga dapat membantu finansial klub ketika akan mengikuti kompetisi, membangun minat dan hasrat suporter di daerah masing-masing sehingga bisa menambah spirit para pemain ketika bermain diatas lapangan.

Dukungan masyarakat pecinta sepakbola NTT

Dukungan dari berbagai pihak tentu akan menjadi penyemangat tersendiri bagi tim yang akan berlaga di ETMC 2022 ini.

Salah satunya adalah dukungan dari basis suporter yang selalu siap berada disisi lapangan sebagai pemain ke-duabelas.

Bukan hanya dengan hadir langsung ke stadion untuk memberikan dukungan, namun menciptakan basis-basis suporter di daerah dan menyaksikan lewat layar kaca juga merupakan sebuah bentuk dukungan yang dinantikan oleh tim-tim yang akan berlaga.



Basis suporter tentu saja menjadi pelengkap sebuah sebuah klub menuju pengembangan tim ke arah profesional.

Baca Juga: Sinyo Aliandoe, Pelatih Legendaris Asal NTT “Larantuka” Yang Nyaris Loloskan Indonesia ke Piala Dunia Mexico 1986

Dari semua catatan dan opini saya diatas, dapat kita simpulkan bahwa, dalam pengembangan sepakbola NTT menuju ke arah profesional membutuhkan dukungan dari semua pihak baik itu dari pemerintahan yang menjalankan regulasi di NTT, Klub peserta, dan masyarakat sebagai pilar utama yang mendukung kemajuan sepakbola di Provinsi Nusa Tenggara Timur tercinta.




Satu catatan kaki yang ingin saya sumbangkan kepada pengurus daerah (Askab/Askot) dan pemerintahan daerah yakni, mohon diperhatikan dan ditingkatkan fasilitas utama dari klub yakni lapangan atau Stadion yang memadai.

Semoga dalam penyelenggaraan ajang Liga 3 El Tari Memorial Cup 2022 bisa berjalan dengan sukses dan membawa momentum bagi bangkitnya sepakbola NTT menjadi lebih baik, Salam sepakbola.



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *