Bacaan : Wahyu 2 : 8 – 11

Tema : Jangan Takut Aku ada!

Tetap Exis melayani di tengah situasi krisis atau buruk sekalipun hanya bermodalkan komitmen dan kesetiaan.

Pertanyaannya , pernahkah anda menangis? Pernahkah anda difitnah? Pernahkah hidup susah dan disakiti? Itulah beberapa pertanyaan sederhana tapi sebagai gambaran hidup yang berlangsung secara alami dan tidak dapat dipisahkan dalam kehidupan manusia.

Gembala menangis di Altar, umat menangis di rumah, itulah situasi yang di alami Jemaat Smirna ketika Kaiser Tiberius menamakan dirinya sebagai tuhan.

Namun Uskup Polycarpus di Smirna menolak untuk menyembah Kaiser dengan alasan Penyembahan itu hanya kepada Tuhan saja, yaitu Allah yang menciptakan langit dan bumi di dalam Anak-Nya Yesus Kristus Tuhan dan Juruselamat umat manusia.

Advertisements

Akibatdari penolakan itu akhirnya berdampak buruk bagi kehadiran jemaat kristen di Smirna. Banyak orang kristen yang tidak mendapatkan pekerjaan yang layak, bahkan dipecat dari pekerjaan mereka karena percaya kepada Kristis, mereka semakin ditekan dengan menutup sejumlah akses yang membuat orang-orang Kristen tidak berkembang dan tetap hidup dalam kemiskinan.

Walaupun demikian dalam situasi sulit, jemaat Smirna tetap bergembira dalam semangat percaya kepada Kristus seburuk apapun situasi jemaat Smirna tidak kehilangan aza. Itulah komitmen dan kesrtiaan yang tunjukkan jemaat Smirna bahwa Yesus adalah Alfa dan Omega yang awal dan yang akhir.

Tidaksatu peristiwa dibawah kolong langit yang tidak diketahui oleh Tuhan bahkan tidak ada suatu penderitaan yang alami umatNya dibawah kolong langit ini yang tidak dibawah kontrol Tuhan.

Mungkin jemaat Smirna boleh hilang segala galanya tetapi iman mereka tidak hilang sampai akhir. Dan itulah komitmen dan kesetiaan yang mesti dimiliki oleh gereja dan orang Kristen masa kini dalam menghadapi situasi Global yang menjauhkan yang dekat dan mendekatkan yang jauh khususnya kehadiran umat Kristiani di Indonesia dalam menjawab sejumlah dinamika politik baik secara nasional, regional dan internal dalam konteks pergumulan gereja masa kini.

Dengan motto hati yang gembira adalah obatnya” Jangan takut Aku menyetai kamu sampai akhir Zaman”.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *