Banyak sekali kejahatan yang terjadi seiring bertumbuhnya pengguna media sosial dan berkembangnya digitalisasi. Salah satu diantaranya adalah banyak terjadi penipuan yang memanfaatkan berbagai platform media sosial.

Para calon korbanpun tidak hanya datang dari individu yakni masyarakat kelas bawah namun ada juga dari masyarakat kelas atas atau bahkan perusahaan, organisasi dan institusi.

Modus yang dipakai oleh para penipu juga beragam, mulai dari menggunakan SMS, WhatsApp, telepon, email dan banyak akun media sosial lainnya yang dimanfaatkan oleh para pelaku untuk menyebar link yang nantinya akan diklik oleh para calon korban dan akan di-hack untuk mencuri data pribadi dari para calon korban. Setelah memperoleh data pribadi barulah akan dipakai untuk memeras para korbannya.

Contoh pesan yang dikirimkan oleh penipu kepada calon korban

Biasanya para penipu akan mengirinkan pesan kepada para korban kemudian meminta untuk dikirimi nominal uang ke nomor rekening yang tertera pada isi pesan yang diterima oleh korban dengan berbagai alasan.

Untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan terjadi, Kementerian Komunikasi dan Informasi atau Kominfo lewat situs Cekrekening.id memfasilitasi masyarakat yang ingin melakukan cek rekening, apakah penipuan atau bukan. Lewat website tersebut masyarakat bisa mendapatkan akses untuk melalukan pengecekan nomor rekening dan mengetahui apakah rekening yang dimaksud terindikasi tindak pidana atau tidak.

Lalu bagaimana caranya untuk melalukan pengecekan nomor rekening di situs Cekrekening.id? Berikut adalah caranya:

1. Buka tautan situs www.cekrekening.id

2. Pada tampilan depan terdapat tiga opsi utama yang bisa dipilih, yakni “Cek Rekening” yang berwarna biru, “Daftarkan Rekening” bewarna hijau, dan terakhir opsi “Laporkan Rekening” yang berwarna kuning.

3. Pilih “Cek Sekarang” kemudian tunggu diarahkan ke laman selanjutnya.

Advertisements

4. Pilih jenis akun, apakah menggunakan rekening bank atau wallet (dompet digital).

5. Apabila menggunakan akun Bank, maka masukkan nama Bank rekening dan nomor rekening yang dimaksud pada setiap kolom yang tertera.

6. Jika menggunakan E-Wallet (dompet digital), masukkan nomor virtual E-Wallet yang dimaksud. Nomor virtual E-Wallet biasanya menggunakan nomor handphone. Nama E-Wallet akan secara otomatis tertera saat nomor virtualnya telah dimasukan.

7. Kemudian lakukan verifikasi berikutnya dengan mencentang reCAPTHA.

8. Selanjutnya, klik “Cek Sekarang”.

9. Lalu halaman akan menampilkan pesan apakah nomor rekening yang telah diisi pernah dilaporkan atau tidak. Selain itu anda juga dapat melaporkan nomor rekening yang mencurigakan dengan mengeklik tombol “Laporkan Rekening” yang tersedia.

10. Perlu diperhatikan, saat Anda hendak melaporkan rekening terdapat lima tahap yang harus diisi, seperti Data Rekening, Biodata Terlapor, Biodata Pelapor, Kronologi, dan Upload Bukti Kronologi.

Para pelaku kejahatan penipuan online biasanya memanfaatkan keterbatasan pemahaman calon korban terhadap teknologi dan digitalisasi. Untuk itu, lebih baik waspada terhadap setiap modus yang dilakukan para pelaku sebelum nantinya menyesal tiada guna.

Bagikan artikel ini agar semakin banyak orang yang waspada terhadap berbagai tidak kejahatan penipuan online.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *